News Ticker

image slider by WOWSlider.com v9.0

Asli, Gue Terkejut!


Sebelumnya, gue mau minta maa karena postingan kali ini agak beda, beda dari yang biasa gue tulis. Gue mau sharing tentang dunia yang dianggap tabu oleh sebagian besar orang, yang ga banyak orang yang mau bahas tentang ini karena dianggap menjijikan (tapi ya memang bener menjijikan sih) dan memang tidak seharusnya dibahas.

Malam itu, tepatnya Senin, 8 Januari lalu, gue buka Facebook via laptop. Yang pertama gue lihat saat gue buka Facebook via laptop adalah siapa temen-temen gue yang lagi online. Gue melihat adalah salah satu temen, pria, yang dulu waktu masih tinggal di Surabaya yang gue curigai ada apa-apanya sama kejiwaannya. Yang pasti, alasan kenapa gue ngomong ini ga gue jelasin di sini. Karena gue penasaran, gue buka profilnya dan mengamati isi dari profilnya.

Alangkah gue terkejutnya, gue mendapati dia mempunyai sosok boyfriend. Seorang laki-laki yang memiliki boyfriend. Gue berusaha untuk berpikir positif, mungkin dia cuma bercanda. Ternyata, saat dia membuat status ingin meminta nomor WA dari teman-temannya, ada salah satu akun yang mengomentari (memberikan nomor WA) yang ada nama "gay"-nya. Paham kan maksud gue? Jadi nama account FB-nya itu kayak "Blablabla Gay-blablabla". Mantaplah sudah perkiraan gue bener, kalau dia penyuka sesama jenis.

Jujur aja, sebenernya gue gak mau spekulasi, apakah dia benar gay atau hanya candaan saja dengan teman-teman barunya. Tapi, FB-nya itu yang membuat gue berspekulasi.

Jujur lagi, gue gak tau apa yang ada dibenak mereka penyuka sesama jenis tentang kaum sejenisnya. Gue gak tau apa penyebab pasti, tapi yang pasti Tuhan gak pernah menciptakan seorang LGBT.

Setelah gue menutup FB, gue baru inget kalau dia pernah update status kalau orang tuanya ingin bercerai. Dia menuturkan kekesalannya lewat statusnya itu. Dia mengatakan bahwa dia telah berubah karena perceraian kedua orang tuanya.

Gue ga mau menghakimi dia. Gue cukup ngerti apa yang ia rasakan. Cuman, gue menyesal kenapa dia memilih untuk berubah menjadi seperti itu. Gue yakin, dia adalah orang yang kuat. Gue gak habis pikir dia bisa memilih jalan yang salah.

Oleh karena itu, ini juga pembelajaran buat para orang tua lain yang hendak bercerai. Yang kena dampak bukan orang tuanya, tapi anaknya.

Gue gak mau lebih banyak lagi orang memilih jalan yang ia pilih. Dunia perzinahan yang sangat amat hina. Lebih baik dekatkan diri padaNya, itu lebih bijak. Gue yakin Tuhan gak akan pernah tinggal diam. Dia pasti menolong umatNya yang berseru padaNya.

Buat orang-orang yang berada di sekitar orang-orang seperti yang gue ceritakan, tetap terima dia. Dia hanyalah korban dari kejahatan dunia. Terima dia, dan bimbing dia kembali ke jalan yang benar. Gue yakin, para LGBT pasti bisa kembali ke jalan yang benar. Banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk berubah!

Oh ya, sebagai catatan, gue masih belum konfirmasi langsung ke orangnya apa benar dia adalah seorang gay atau bukan. Gue masih belum berani, takut malah dia yang tersinggung. Biar waktu aja yang membuktikan.

Sekali lagi, jangan ada lagi orang kayak dia, yang salah dalam menentukan pilihan. Tentukan pilihan hidupmu dengan benar, dengan demikian hidupmu akan lebih bermakna.

Komen dong h3h3h3h3

2 Komentar

  1. Wah, ini topiknya sensitif ­čś« Temen skolahku jg ada yg lesbian. Tapi ya aku juga gak nyampuri, urusan pribadi dan khawatir kalo aku nyinggung perasaan. Padahal dulu dia pernah pacaran sama cowok. Tapi ah biarlah, itu urusannya dengan Tuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, ga usah ikut-ikut lah, nanti jatuhnya malah jadi menghakimi :)

      Hapus

*Dengan ngasih komentar, artinya kamu setuju sama peraturan (TOS) blog ini loh ya :D.