News Ticker

image slider by WOWSlider.com v9.0

Indonesia

Indonesia...


Tujuh-puluh-tahun yang lalu, para pejuang dengan semangatnya, dengan kerja kerasnya, dengan segala kesusahannya, dengan segala keterbatasannya, dengan segala kekurangannya masing-masing, mereka memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tak peduli dengan serangan senjata berteknologi canggih oleh penjajah, mereka tetap jalan terus ke depan. Tak takut tangan kakinya hilang. Bagi mereka, Indonesia merdeka saja adalah sebuah kesenangan pribadi yang tidak pernah muncul sebelumnya dalam hati mereka.

Dari semua yang apa yang kita lakukan, dari semua yang kita perbuat belum sepenuhnya menunjukkan sikap patriotisme dan sikap sportif yang duteladankan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia. Kita masih banyak mengeluh dengan apa yang kita makan, kita banyak mengeluh dengan apa yang kita rasakan, dan lain sebagainya. Ditambah dengan sikap malas belajar yang mungkin ada dalam pikiran kita. Kita malas belajar, lalu mendapatkan nilai yang jelek. Lalu menyesal. Belum ditambah para pecandu narkoba. Mereka hanya mementingkan diri sendiri, tanpa memikirkan apa efek dari yang mereka lakukan.

Para pejuang melakukan segala yang mereka bisa, menyerahkan semua yang punya, bahkan mempertaruhkan nyawanya. Kenapa sampai para pejuang sampai segitunya? Hanya 1 jawaban, agar Indonesia merdeka. Sudah, itu saja. Sampai segitunya, sampai mereka gugur sebelum Indonesia merdeka. Itu menunjukkan totalitas yang mereka lakukan. Perjuangan mereka tidak sia-sia. Buktinya, Indonesia merdeka sampai sekarang. Namun, satu pertanyaan: apa dirimu sudah merdeka?

Secara tidak kita sadari, kita banyak dijajah oleh beberapa benda. Contoh: saat ada orang yang memanggil kamu saat kamu masih memainkan game favoritmu, kamu akan merasa cuek dan melanjutkan permainan itu. Itu tanda dan bukti bahwa kamu masih dijajah oleh teknologi (atau gadget). Pertanyaannya adalah: apakah kamu mau terbebas dari jeratan "penjajah" itu? Satu contoh lagi yang sering terjadi pada pelajar termasuk gue, yaitu malas belajar. Belajar dengan terpaksa, dan lain sebagainya.

Jujur, gue masih terjajah. Ya, dengan segala apa yang ada di depan gue. Gue mau berusaha untuk lepas dari segala jajahan yang ada, dan merdeka. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah dari dalam kehidupan kita. Jika kehidupan kita tidak benar, apakah itu bisa disebut dengan "merdeka"? Marilah kita intropeksi diri kita masing-masing.

Jangan urusin urusan orang lain. Urusin dirimu dulu, baru orang lain. Kita semua masih belajar. Gue juga. Gue yakin, kita semua masih belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Gue yakin juga, Indonesia bakal menjadi negara yang lebih baik. Jika diri kita sudah bener, maka Indonesia juga akan semakin baik hari demi hari.

Satu kalimat: Sekali merdeka, tetap merdeka!

Komen dong h3h3h3h3

10 Komentar

  1. Wehehehe iya. Masih banyak pelajar di Indonesia ini yang belum merasakan yang namanya 'Merdeka'. Belum merdeka dalam artian masih terjajah dan terlena oleh teknologi, masih terjajah karena belum bisa merasakan pendidikan (biasanya ini masyarakat pedalaman atau tidak mampu), dan pelajar yang merasa keberatan ketika disuruh belajar.

    Kapan Indonesia bisa merdeka sepenuhnya, ya? :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai semua rakyatnya sadar akan pentingnya kemerdekaan.

      Hapus
  2. Kaloyang pelajar sih emang udah sikap turun temurun, makanya harus diubah!

    BalasHapus
  3. Setuju... belajar haruslah keinginan pribadi masing. Belajar dengan terpaksa, melahirkan sebuah kemalasan.

    BalasHapus
  4. Azek. Keren euy. Aku bacanya serius banget, nyampe kebawa arah tulisan kamu.
    Aku juga merasa... aku juga belum merdeka. Banyak ya orang yang nggak tau arti merdeka yang sebenernya.
    Ya... gitu deh.

    BalasHapus
  5. Merdeka dari yang namanya penjajahan PR... :v

    BalasHapus

*Dengan ngasih komentar, artinya kamu setuju sama peraturan (TOS) blog ini loh ya :D.