News Ticker

image slider by WOWSlider.com v9.0

Anak Baru Part 2


Keesokan harinya, Christian mulai bersekolah. Suasana berbeda sangat kental ia rasakan di sini. Mungkin yang ada di pikirannya adalah, bagaimana ia bisa bersekolah di sekolah yang megah begini. Saat ia memasuki pintu gerbang, ia melihat 4 orang satpam yang berjaga di sana. Katanya dalam hati, "Wah, banyak sekali penjaganya. Di sekolahku yang dulu tidak ada penjaga. Paling ya, cuma pesuruh yang disuruh jaga di sekolahku."

Di sekolah ini, dia tidak luput dari bully-an teman-teman sekelas, bahkan hampir satu sekolah, karena hanya dia satu-satunya murid yang berkulit hitam. Cara dialognya pun berbeda dengan teman-temannya. Dia adalah murid terbodoh di sekolah. Bisa jadi juga dia adalah murid yang paling menderita di sekolah itu.

Beda tempat, beda suasana. Beda sekolah, beda cara belajarnya. Dia harus beradaptasi dengan keadaannya sekarang, yang di mana menurutnya sama sekali tidak enak. Cara belajar yang berbeda, membuat dia harus memulai lagi dari nol. Termasuk nilai-nilainya. Nol, nol, nol, dan nol. Sedih, karena telah bersusah payah belajar, tapi tetap dapat nilai nol. Bahkan, dia pernah sampai pingsan karena belajar pelajaran matematika, karena saking pusingnya dia.

Satu bulan kemudian...

Nilai-nilai Christian menunjukkan peningkatan drastis, terkecuali matematika. Matematika adalah titik kelemahannya. Nilainya tetap nol. Masih untung, nilai tugasnya selalu baik, karena dibantu oleh teman-temannya di panti asuhannya.

Sampai suatu saat, dia bertemu dengan teman yang benar-benar mengerti dia. Namanya, Reno. Reno asli orang Jombang. Dia juga bermigrasi sama halnya dengan Christian. Dia dengan sabar membimbing Christian sampai bisa pelajaran matematika. Di kala uang saku Christian habis, Reno yang membelikannya makanan dan minuman yang ia inginkan. Inilah yang disebut dengan sahabat sejati.

Nasib Reno juga tidak kalah miris dari Christian. Ayah dan ibunya telah bercerai. Sekarang ia ikut dengan neneknya yang sudah sangat tua karena di antara ayah dan ibunya tidak ada yang mau merawat Reno. Ya, itulah nasib sang Reno.

Bersambung...

Komen dong h3h3h3h3

2 Komentar

*Dengan ngasih komentar, artinya kamu setuju sama peraturan (TOS) blog ini loh ya :D.