News Ticker

image slider by WOWSlider.com v9.0

Koh Ahok atau Mas Anies?


Hah! Selamat datang di puncak malam minggu, jon. Ya... buat kalian yang nungguin gue ngupdate blog ini jam 7, ya thank you yak. Gue ingetin lagi, gue ngupdate blog ini udah bukan tiap minggu sekali.. tapi setiap minggu kedua & keempat, hari Sabtu jam 8 malam. Bukan karena gue males, tapi karena kesibukan gue sebagai seorang pelajar merem melek yang bentar lagi mau lulusan. Gue janji, gue akan balik lagi ngupdate blog ini tiap minggu sekali nanti, yang pasti gue belum bisa bilang tanggalnya berapa. So... mending stay tuned aja di Michael David Blog, jon.

Ngomongin soal Pilkada serentak, Pilkada khususnya DKI Jakarta waktu tanggal 15 Februari kemarin seru banget. Sampe gue yang cuma nonton dari Surabaya merinding disko liat quick count-nya. Menurut lembaga survei quick count SMRC (Saiful Mujani Research & Consultant), Pak Ahok menang atas Pak Anies & Pak Agus. Tapi ya memang ada sih yang bilang Pak Anies yang menang.

Dan... menurut lembaga survei tersebut bakal ada 2 kali putaran untuk Pilkada DKI Jakarta karena tidak ada satu paslon yang suaranya lebih dari 50%. Dan ini juga terjadi pada real count yang dilakukan KPUD.

Jadi, Pilkada DKI bakal diulang, yang menjadi kandidatnya adalah Pak Ahok dan Pak Anies karena mereka berdualah yang punya suara salip-salipan.

Oke, mari kita lebih serius yak bacanya. Semoga postingan gue ini bisa membukakan setiap orang sebelum menentukan pilihannya kembali.

- - -

Ijinkan saya berbicara di sini sebagai seorang anak kecil, bukan seorang blogger.

Sebelumnya saya ingin bicara tentang isu SARA yang memanas saat-saat ini.

Isu SARA kini semakin menjadi-jadi. Entah kenapa, Pilkada kali ini banyak banget bumbu-bumbu SARA yang kececeran di sana-sini. Bahkan, daerah yang tidak ikut Pilkada pun ikut-ikut kepanasan kena serbuk bumbu itu. Dan saya ga tau kenapa ini bisa sampai membesar seperti ini.

Ingat, negara ini adalah negara yang berlandaskan Pancasila, negara yang berlandaskan paham toleransi, negara yang berlandaskan kebaikan. Indonesia itu majemuk, bukan cuma ada 1 agama di Indonesia. Ada Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Bukan cuma ada 1 suku di negara ini, tapi ada banyak sekali suku di Indonesia. Ada Jawa, Batak, Madura, Sunda, dan sebagainya. Bukan cuma ada 1 ras di Indonesia, tapi ada ras Jawa, India, Arab, dan sebagainya. Bukan cuma ada 1 macam warna kulit di Indonesia, tapi ada yang putih dan hitam. And, it's only the difference, right? Ada satu yang membuat kita semua sama, yaitu INDONESIA. Biarkan saya mengingatkan kembali semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika: Walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.

Kalau kalian ingin meruntuhkan sebuah dasar itu, ya silahkan mending Anda keluar dari NKRI. Jangan cuma karena kepentingan politik atau apapun lah itu, NKRI ini bisa runtuh. Terus, buat apa juga para Founding Fathers kita mati-matian buat ngebangun ini negara kalau kalian mau menghancurkan semua fondasi dasar yang sudah para pendiri negara kita bangun.

Ibarat sebuah fondasi rumah. Sebuah fondasi dasar yang begitu susah dibagun, kemudian dihancurkan begitu saja, apa yang terjadi? Bagian-bagian yang lain yang ada di atasnya bakal roboh juga kan? Nah, hal yang sama akan terjadi terhadap NKRI jika intoleransi terus terjadi di Indonesia.

Saya yakin apa yang terjadi saat ini cuma politisasi semata. Ya, bukannya saya mendukung salah satu paslon, bukan. Tapi saya menuntut keadilan bagi semua yang berwarga negara Indonesia. Bukannya semua kalangan bisa jadi pemimpin di Indonesia? Bukannya kita udah menggenggam erat semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Bukannya kita sudah berkomitmen buat menjaga biar Pancasila yang berdaulat? Dan, bukannya kita berusaha biar Burung Garuda terbang dengan sempurna di udara?

Sekarang soal Pilkada putaran kedua.

Soal pilihan, apakah ingin pilih Pak Ahok atau Pak Anies, saya menganjurkan kalian pilih sesuai dengan keinginan hati nurani Anda. Pilih yang benar menurut Anda. Kalau menurut Anda Pak Ahok yang pantas memimpin DKI, ya silahkan pilih Pak Ahok dan Pak Djarot. Kalau menurut Anda Pak Anies yang pantas memimpin DKI, ya silahkan pilih Pak Anies dan Pak Sandi. Inilah demokrasi yang benar, tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Pak Ahok punya kelebihan, Pak Anies punya kelebihan. Sama-sama punya kelebihan. Pak Ahokpun punya kekurangan, dan Pak Anies pun punya kekurangan. Intinya adalah, pilih sesuai dengan keinginan Anda, pilih sesuai apa yang Anda tahu tentang kedua cagub ini, pilih sesuai dengan hati nurani Anda. Jangan sampai Anda terpengaruh untuk memilih paslon nomor 2 atau nomor 3. 

Saya yakin, siapapun yang memimpin Jakarta, pasti membawa kebaikan bagi Jakarta. Saya yakin, siapapun yang menjadi 'komandannya' Jakarta, pasti mengarahkan Jakarta ke arah yang lebih baik. Dan saya yakin, siapapun yang memimpin Jakarta, pasti membawa dampak yang baik bagi Indonesia, karena Jakarta adalah ibukotanya Indonesia, atau 'jantungnya' Indonesia.

Kan kalau dipikir-pikir lagi, mana ada sih pemimpin daerah yang mau menjatuhkan daerahnya sendiri?

Yang terpenting di sini adalah gunakan hak suaramu. Gunakan hak memilihmu. Karena satu suara, bisa mengubah suatu daerah.

Well... this post is only my opinion. Terserah kalian mau setuju atau ga. Saya tidak menuntut. Dan... saya mau mengingatkan kembali kalau saya tidak ada maksud mendukung salah satu paslon Pilkada DKI atau malah memojokkan salah satu pihak. Saya cuma ingin mengungkapkan apa yang hati ini rasakan, dan mata ini lihat.

Sungguh, Pilkada rasa Pilpres.

Komen dong h3h3h3h3

9 Komentar

  1. Aku orang jawa, tapi seringnya dipanggil kokoh. Gimana dong?


    Ah terserah yang menang sapa. Gak ngaruh juga. Wong KTP ku ijek jowo kok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ktp jowo tapi melu emosi ndelok berita pilkada DKI yo? wqwq

      Hapus
    2. Lah kula malah nyeluk sampeyan om. Piye iki? :v

      Hapus
  2. lucunya justru yang demo menolak pemimpin kafir itu kebanyak dari luar Jakarta, padahal kan merek ngga ikut dipimpin ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, ga tau mindset otak orang Indonesia sekarang. Pada amburadul semua.

      Hapus
  3. entah kenapa ya, aku lebih sering penasaran sama hasil pemilihan walikota jakart dibanding tempat tinggal aku sendiri wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Jakarta adalah Ibukota bukan? Wkwkwkwk

      Hapus
  4. Kjp ada, kjp plus ada. Kartu jomblo manaa

    BalasHapus

*Dengan ngasih komentar, artinya kamu setuju sama peraturan (TOS) blog ini loh ya :D.